Puisi
-
setiap orang memang harus memetik atas apa yang sudah dilakukannya
sebab akibat tak pernah mengenal apa itu khilaf
dan maaf tak pernah bisa menghapus sesuatu yang sudah berbekas
pikirkanlah hitam, maka aku adalah semua yang hitam melebihi hitam
lalu pikirkanlah putih, dan kau bilang tak ada putih itu di akumungkin memang sudah terlalu lama aku bisa membuatmu bangga
di saat terakhir ku hanya bergelimang kesalahan, membuatmu derita
hingga tak sadar aku mulai sepakat denganmu bahwa putih itu tak ada
hanya hitam yang setia dan mungkin hingga akhir usia tak seberapalepaskan sejenak pikiranmu, lupakan aku yang kini kau bentuk
lihat aku ! melewati batas hitam putih kelabu warnamu
sehitamnya kau tak mampu, ku tetap miliki perasaan di kalbu
Andai saja kau mau tahu, itu tak berbatas egomu
Jujur saya agak bingung untuk memberikan judul terhadap puisi ini. Mungkin rekan-rekan sekalian ada yang punya usulan judul?




April 30th, 2008 at 5:12 pm
Mungkin puisi ini boleh juga dikasih judul:
“HITAM PUTIH DIMATAMU”
May 1st, 2008 at 9:31 pm
@Yovan Wisnu:
Hmmm, boleh juga… Ntar deh saya ganti…
October 30th, 2008 at 12:08 pm
hitam putih ku