Logo Background RSS

» Puisi Sosial

  • AKU ADALAH….
    By ardyan amrullah on October 5th, 2008 | No Comments Comments
    Aku tak tahu siapakah aku….. Aku tak juga memahami, mengapa kutercipta disini Diantara gedung-gedung tinggi namun kerendahan moral yang payah Ada yang berkata, aku adalah mahasiswa Tapi mengapa aku tak mampu memperkosa ilmu dan mengamalkannya dalam sejahterakan kehidupan saudara-saudaraku….. Ada yang bicara, aku adalah pemimpin Tapi mengapa tak bisa kuberi makan yang halal pada rakyatk...
  • KUPU-KUPU (MALAM)KU
    By ardyan amrullah on October 5th, 2008 | No Comments Comments
    Bila masamu telah berganti, dan jantungmu tak lagi bernyanyi Beragam mimpi yang kian terbagi…. Berakar kuat menghujam erat ke dalam relung hati Entah siapa lagi yang kau cumbui…. Ketika matamu mulai bersetubuh, serta para awan yang perlahan melepas nafsu Berjuta kelamin tak lagi malu…. Berucap nikmat sampai tak berkerat disetiap jengkal baju Bagaimana mungkin hidup seperti itu ya...
  • DIBALIK KACA JENDELA KERETA BERGAYA EKONOMI
    By Dian Alamanda on April 15th, 2008 | No Comments Comments
    Satu – persatu. Kaca jendela kusam Ada juga yang terluka, dipandangi manusia. Yang menjanjikannya keindahan. Kaca jendela luka Ada juga yang menderita, pelampiasan pusat ego manusia Kaca jendela hancur Lambang dari kebebasan yang menderita Bagaimana dengan aku, kamu, juga Kita semua menikmatinya ...
  • Untuk Indonesiaku
    By Ken Reidy on April 10th, 2008 | No Comments Comments
    Kami hanya…menginginkan sedikit kebebasan Meraih semua informasi yang dulu selalu terkekang Kami hanya…menginginkan sedikit ruang Menyampaikan s’mua gagasan lisan atau tulisan Tak sedikitpun terlintas di benak kami Melakukan penghinaan atau pencemaran Hanya keinginan tuk selalu kritis terhadap negeri sendiri Tempat kami lahir, hidup hingga mati Kami tak sempat belajar berintrik A...
  • Menjelang Coblosan
    By Ken Reidy on March 27th, 2008 | No Comments Comments
    Puisi berikut ini saya tuliskan pada tanggal 27 Maret 2008 pukul 19:00 WIB khusus untuk dimuat di Antologi.Net serta sebagai tulisan Puisi Sosial pertama. Sebenarnya saya tidak pernah menuliskan puisi bertemakan seperti ini, tapi saya ingin mencobanya, jadi jangan ragu untuk mengapresiasinya! Menjelang Coblosan Di sudut-sudut kota dapat kulihat jelas ia Menebarkan senyum sebelum waktunya Menempat...