» Puisi Alam
-
LetihBy Ruchi on November 6th, 2008 | No Comments
Letih Maka aku tertatih Sedang kaki ini enggan menjejak lagi Di atas tanah yang kupercaya akulah tuannya Pikirku bergegas ingin berlari saja Lekas menari di ujung sana Walaupun sementara Namun entah bilamana Sebentar tadi tubuhku sudah menyandar Tak mau lagi bersabar Dan aku sungguh letih Menyungkur di sudut bumi Terkapar memeluk semangat yang mati Seketika kudekap mimpi tak berarti Lelah Sepertin... -
Ungkapan HatiBy Putra Dewa on November 6th, 2008 | 1 Comment
hati ini sungguh terasa pilu saat diri teriris rasa rindu saat teringat tatapan mata yang sinarnya begitu sayu dan selalu teringat olehku wahai gadis pujaan hati ijinkan hamba selalu terangi jalan gelap yang membayangi ijinkan hamba senantiasa menjaga hati, jiwa, dan raga dalam lelap maupun terjaga dan ijinkan hamba untuk berkata aku cinta padamu This post was submitted by Putra Dewa.... -
SAAT KUBACA NISANMUBy moh. ghufron cholid on November 5th, 2008 | 1 Comment
saat kubaca nisanmu badai terus menerjang bilik hatiku aku pun mulai ragu adakah nisanku seteduh nisanmu selalu rindang dengan daun-daun doa peziarah. This post was submitted by moh. ghufron cholid.... -
GURUBy moh. ghufron cholid on November 5th, 2008 | No Comments
guru kaulah matahari hadiah ilahi pada bumi This post was submitted by moh. ghufron cholid.... -
SETIABy dahvia on November 2nd, 2008 | No Comments
Sulitkah hadir kata-kata itu??? Ketika diri ini mulai rapuh… Di saat semua yang telah kita dapat, hilang! Ketika syukur itu bermakna.. Ketika semua keangkuhan berubah jadi kedermawanan. Dimana kamu waktu itu?? Dimana ketika Allah memberi nikmat? Dimana ketika kamu sedang berada di atas segalanya.. Kini, semua berakhir. masihkah ada rasa setia untuk-NYA? Itulah manusia.. Yang tak pernah mau cukup... -
puisi alamBy yoyok on October 30th, 2008 | No Comments
bertambah panasnya dunia ini semakin tak terasa sejuknya angin semakin tak terdengarnya kicauan nyanyian alam… semakin hilang jernihnya air sungai hanya keringat manusia serakah yang sering menetes dibumi… dan semakin keringnya tanah yang dia pijak tak ada lagi pohon yang tumbuh, hanya gedung yang sanggup bertahan saat ini kemana manusia yang dulu merindukan kesejukan dan kedamaianR... -
Perempuan dan AjalBy timur matahari on October 29th, 2008 | No Comments
antara dua belah paha sembilu menyibak teriak cinta membahana tentang segumpal darah hidup di rahim mungkinkah sempat air mata membasah di kening yang masih merah geraham mengguncang saling mengapit nyawa sesak menuju surga lengkingan terakhir aroma kematian membelah semesta kesakitan terbawa ketuban berontak membuncah di akhir hanya sunyi dan gelengan kepala dua sudah terbawa betapa di tengah, an...


