» Puisi Alam
-
Lihatlah!!By terez on November 17th, 2008 | No Comments
nanar mata ini mencari kesejukan… kenyamanan… kehangatan… ketenangan… kehidupan yang hidup… kutemukannya… bongkahan nanah yang semakin meradang dalam mata semua orang hati semua orang mulut semua orang hidup semua orang jijik ku melihatnya ta tertahankan kumelihatnya apalagi yang merasakan ta kan terbayangkan ditambah bau ini mematikan oksigen kehidupan lebih ba... -
MILIKMU?By hanif on November 17th, 2008 | No Comments
MILIKMU? Ketika aku bernafas hembusan udara mengeluh “Kenapa Aku milikmu?” dalam lorong tak berujung dangan mata tertutup nafasku Hidup… Di dunia?? Kenapa harus dunia yang memberiku nafas tak berwarna padahal aku Milikmu… ... -
Bumi MenangisBy ikbal oktaviansyah on November 12th, 2008 | No Comments
kicauan burung tak seindah dulu tarian daun tak sekencang dulu hembusan laut tak setenang dulu getaran gunung tak seseunyi dulu apakaha kalian tak berfikir begitu bodohnya kalian mengubah bumi yang begitu indah sekarang menjadi begitu tak berdaya siapa yang bertanggung jawab tanya sang bumi aku tak sanggup menampung kalian aku tak bisa melihat kalian ucap sang bumi bencana yang begitu banyak menim... -
Perempuan Bernama SenjaBy syahfida on November 12th, 2008 | No Comments
adalah harapan yg t’tinggal sia2 dr perempuan bnama senja adalah cinta yg terampas dr jemari perempuan bnama senja adalah airmata yg tak jua mengering dr dada perempuan bnama senja adalah aku,perempuan bnama senja yg hrs belajar rela utk khilangan sgala.. ... -
Lelaki Yang Membaca HujanBy syahfida on November 12th, 2008 | No Comments
di pagi buta yg ke sekian lelaki t’gesa mbaca hujan mengeja hbs ayat2 ksetiaan mengusung mimpi2 penyair ke tepi pembaringan di ujung senja yg t’akhir lelaki mbaca hujan yg mengalir mencari peta2 luka yg sempat terukir dr nafas khidupan yg kian tersingkir ... -
KUTEMUKAN ALLAHBy moh. ghufron cholid on November 7th, 2008 | No Comments
kutemukan Allah dalam sujudku lantas aku tahu aku hanya kayu tak tahu kapan jadi abu ... -
LetihBy Ruchi on November 6th, 2008 | No Comments
Letih Maka aku tertatih Sedang kaki ini enggan menjejak lagi Di atas tanah yang kupercaya akulah tuannya Pikirku bergegas ingin berlari saja Lekas menari di ujung sana Walaupun sementara Namun entah bilamana Sebentar tadi tubuhku sudah menyandar Tak mau lagi bersabar Dan aku sungguh letih Menyungkur di sudut bumi Terkapar memeluk semangat yang mati Seketika kudekap mimpi tak berarti Lelah Sepertin...


