» Antologi Puisi
-
Warna yang Tak Pernah Ku MengertiBy lelaki jam 11 on December 23rd, 2008 | 1 Comment
Jangan bertanya kenapa aku hadir menemukanmu ketika matahari memata-matai hari. Mungkin . . . ingin menemani senyumanmu , atau hendak menyeruak membelah kumpulan bahagia yang mengusik segala diam. Tapi aku kehilangan secarik sutera ungu yang ku simpan dalam mimpiku diam-diam kau carikan untukku, barangkali terpatri di matematika hati. Syahidah berjalan , setelah waktu menjadi candu sayapmu dapat l... -
KesalahankuBy Dido on December 23rd, 2008 | No Comments
Kutahu, Hanya ada kesalahan-kesalahan yang ada disemua sisi-sisi driku ini. Namun, Mengapa waktu membawa dirimu kepadaku begitu cepat? Sampai saat nanti,kaupun pergi tnpa aku bs brbuat apa-apa. Sedang aku disini menangis,tak tahu dan tak bisa berbuat sesuatu yg terbaik untukmu dan untuk kita. This post was submitted by Dido.... -
Cinta, Aku Berdo’aBy fien prasetyo on December 23rd, 2008 | No Comments
Senantiasa aku abdikan cinta ini untukmu Membalut sepi yang kerap mendera Mematri kasih untukmu dan buah hati, kini Hingga ujung waktu menghadang Jika yang lain membelah jiwa Aku pastikan seluruh jiwa dan ragaku milikmu Karena aku tak mau terpisah olehmu Terikat bersama dalam ijab selamanya Masih begitu panjang perjalanan aku dan kamu ‘tuk merenda hari dengan penuh warna Tertawa dalam suka ataup... -
MEMAHAMI MUBy alf on December 23rd, 2008 | No Comments
Disetiap kata dan tindakanmu kurekam dalam hati dan ingatan tuk ku jadikan pelajaran agar disisimu ku senantiasa berjalan Disetiap ungkapan pikir dan perasaan dihatiku membekas dalam untuk ku jadikan ingatan agar bersamamu ku tak terabaikan Di setiap sentuhan dan dekapanmu kurasakan dengan penuh kasih kecintaan karena kutau itu bukan tanpa alasan agar dihatimu ku senantiasa bersemayam This post wa... -
Tak ada lagi kereta ke JogjaBy Adri Alno on December 23rd, 2008 | No Comments
tiba tiba terlintas cerita beberapa tahun lalu kenangan datang dengan keindahannya tersendiri stasiun tugu yang diselimuti dingin malam di bangku tunggu hijau, kita mengulik malam menatap kereta datang tanpa ada yang ditunggu bahumu adalah sandaran kantukku yang berat sabar kamu menjagaku dari keramaian itu hingga pagi datang, cintamu setia menungguku bangun selamat pagi sayang,sapamu pada nyawaku... -
ESOKBy naz on December 21st, 2008 | No Comments
Sebenarnya aku hidup hanya untuk hari ini Esok? Siapa tahu? Mungkin besok aku mati Atau aku lupa akan diriku ESok aku mungkin akan berkata “Siapa aku?” “Dimana aku?” “Siapa kau?” Jangankan berkata demikian Mungkin esok tak akan pernah datang Dunia akan mati sebentar lagi Dan kita, isi dunia akan hancur! Satu jam dari sekarang… Tiga puluh menit…. LIma... -
pedihBy aku on December 21st, 2008 | No Comments
secarik kertas putih robek… bentuk porak poranda gelap malam aku bersembunyi. dingin… dingin… sunyi. This post was submitted by aku....


