Kumpulan Puisi Cinta RSS Puisi

Advertisement

Free Web Hosting with Website Builder

BIODATA PUISI

  • BIODATA PUISI

    Ayam jago berkokok begitu keras, mentari duha pun sudah stand by menerangi dunia, tepatnya di SMA kota jombang. Para murid sudah berdiri, berjajar di halaman sekolah, menghadap sang kuasa, melaksanakan rutinitas mereka yaitu sholat dhuha berjamaah. Seperti biasa, setiap selesai sholat, para murid diberi kesempatan untuk berbicara di depan para jamaah, berpidato dengan waktu relatif singkat: 7 menit,-orang orang biasa menyebutnya ‘kultum’-lalu berdoa dan masuk kelas masing masing. Kebiasaan yang baik menurutku, paling tidak mengurangi jam belajarku yang sebelumnya 1 jam pelajaran 45 menit menjadi 40 menit, dengan 8 jam pelajaran setengah hari plus les siang sampai jam 4 sore. Sangat melelahkan, kadang sampai membuatku stress.

    “Nif, masih pagi kok sudah ngalum?”suara itu merusak lamunanku. Kebiasaan yang kulakukan jika tidak ada kerjaan, tapi aku tidak tau apa yang ku lamunkan, otakku hanya mondar mandir kesana kemari, yang jelas, aku diam, merenung dan melamun.

    “O…kamu, Mif. Ada apa?”aku melihat Miftah sudah berdiri di sampingku dengan membawa file tebal. Entah apa isinya. “Itu file siapa? setahuku kamu tidak punya file.” Tanyaku heran. Teman yang biasanya bersamaku, bermain, belajar, tidak hobi nulis,e…dia sekarang membawa file, tebal pula.

    “Punya Mawar, anak MA”

    “Cewek?”

    “Ya iyalah “

    “Cewek lagi-cewek lagi” aku menggerutu, sebab aku tidak mau memikirkan masalah cewek, apalagi cinta. Bagiku cinta itu bodoh. Orang yang bercinta hanya bertemu di waktu waktu tertentu, mengobrol, mengobral kegombalah, rayuan.katanya sih romantis, tapi tetap saja aku tidak suka. Mendingan sahabat.

    sahabat adalah orang yang merasa senang jika temanya senang, merasa susah jika temanya susah. Tapi tidak untuk cinta.

    Cinta hanya merasakan kebahagiaan, cinta tak mengenal kesusahan. Jika cinta dihadapkan di depanya. Maka cinta berpaling.

    “O ya, mau ngisi file tidak? daripada kamu melamun lebih baik nulis, kamu kan suka nulis.” Dia membuka file ditanganya, mengambil satu kertas dan memberikanya kepadaku. “Isi biodata kamu ya.” Kebiasaan orang yang punya file, selalu menyuruh temanya meengisi biodata.

    “Biodata? Apa tidak ada yang lain?”

    “Kalau tidak mau nilis biodata, ya…terserah mau nulis apa” jawabnya pasrah.

    “Aku mau tapi ada syaratnya. Tulisanku tidak boleh diotak atik, biarkan di file dan jangan komentar apa apa”

    Otakku mulai berputar. Bingung. Tulisan apa yang akan kutuangkan ke dalam kertas kosong di depanku ini. Memeng aku suka nulis, aku uga punya file, tapi isinya tidak biodata. Isinya kebanyakan motivasi, cerita, pengalaman dan gambar. Tidak ada biodata, bahkan biodataku sendiri. Mungkin ini pertama kalinya aku nulis biodata dalam file.

    Aku diam, merenung dan melamun. Kebiasaan yang kulakukan jika tidak ada kerjaan. Melamun untuk mencari inspirasi. Biasanya dia dating tanppa kucari, tapi saat kucari dia malah tak kunjung tiba. Aku ingat biodata yang sering kulihat di file teman temanku. Isinya nama, alamat, hobi, cita cita, nomer HP,tentang aku, pesan, kesan, zodiak, dan lain lain. Basi kalau dari dulu Cuma itu. Aku ingin yang beda dengan yang lain. Bagaimana dengan puisi? Atau, cerpen?. Bagaimana dengan gambar?. Aku bingung.

    Aku teringat puisi yang pernah kubaca dari berbagai buku. Puisi Doa Bayang-Bayang-nya Ahmadun yosi herfanda dalam buku SEmbahyang rerumputan. Aku juga teringat cerpen A Poem Of My Brother-nya Ganjar widioga. Aku tidak tau kenapa semua itu bias muncul di benakku, tapi itu cukup memberiku inspirasi. Aku berniat untuk membuat puisi kelahiranku. “A Poem Of My Birth” setahuku belum ada yang membuat buidata dengan puisi. Mungkin aku akan menjadi yang pertama.

    A POEM OF MY BIRTH

    Allah berkata

    Lewat hamba yang suci

    Allah memerintah

    Lawat pemimpin yang suci

    Selasa yang suci

    Lamongan yang suci

    160692 yang suci

    tersucikan

    oleh hamba yang suci

    “Abdullah Hanif”

    semua hati berbunga mawar

    merahnya mawar

    tak semerah bayi mawar

    di tengah tengah hamba hamba

    yang menuggu mawar suci

    saat mawar suci

    mensucikan umatnya

    saat mawar suci

    takkan ternodai dan menodai

    sampai akhir zaman ini

    amiiiin

    chan nief

    290408

    Aku melihat kertas yang berisi puisi di depanku. Saying rasanya kalu aku berikan orang lain. Tapi bagaimana dengan temanku yang menyuruhku mengisi file. Aku bingung. Aku mengangkat kertas puisiku. Aku memandangnya dangan pandangan kosong. Tak rela rasanya melepas kertas ini. Meskipun jelek, ini adalah karya puisi pertamaku.

    Aku tersenyum kecut.”Mif, aku minta kertas satu lagi ya”

    “buat apa? Sudah selesai nulisnya?”

    “Tenang, buat ntalin biodata saja, aku ingin menyimpanya di file-ku” dia kembali membuka file temanya, mengambil kertas yang kuminta dan memberikanya kepadaku. Lebih baik dari kertas sebelumnya. Aku mulai menyalin.

    Berhari hari, berminggu minggu, berbulan bulan sudah berjalan, terhitung saat aku menulis puisi, dan kini sudah tidak ada kabar lagi. Aku senang tidak ada yang komentar tentang puisiku. Mungkin baginya jelek, tapi memang kenyataanya begitu. Meskipun jelek, itu kreasi sendiri, dan aku bangga itu.tulisan di file-ku nasuh banyak,termasuk biodata yang belum lama dari teman teman sekelasku. Tidak ada biodata cewek. Semua biodatanya unik unik. Ada yang komik, ada yang cerpen, ada juga yang ngawur “yang penting yang baca ngerti” katanya. Itu semua sudah cukup bagiku untuk mengingat teaman temanku di saat aku sudah berpisah, mengingat aku yang sekarang sudah jelas tiga SMA.

    Hari hari kulalui tidak seprti dulu, menulis, menggambar, dan disimpan di file. Tapi sudah lama aku tidak melakukanya. Sudah dua minggu yang lalu file-ku dipinjam temanku, Miftah, dan katanya file-ku dipinjam temanya. Aku ingin file-ku kembali karma besok aku sudah berpisah dengan teman temanku. Alhamdulillah aku dan teman teman se-SMA lulus semua. Nanti malam adalah malam terahirku dg teman temanku, dan file-ku belum juga kembali.

    Malam perpisahan sangat meriah. Berbagai penampilan ada di malam ini. Penampilan band sekolah, teater, dan aku salah satu pemeranya. Berkisahkan tentang pentingnya persahabatan. Dan , banyak lagi yang lainya. Aku sangat senang, senang sekali, malam terahir aku nikmati sepenuhnya, sampai aku tidak ingat kalau file-ku belum juga kembali. Aku hanya merasakan malam yang akan menjadi kenanganku dangan teman teman SMA, karma besok aku dan teman temanku sudah berpisah dan mungkin tidak bisa bertemu lagi dengan mereka.

    “Hanif,ya?” suara itu membangunkan lamunanku. Hal yang biasa kulakukan disaat tidak ada kerjaan. Mengingat acara sudah selesai dan teman teman sudah pulang. Tinggal aku sendiri merasakan indahnya langit malam di halaman sekolah. Dingin, sejuk, dengan bintang bintang yang menemani kesunyianya. Terlihat keagungan sang pencipta.

    “Ya, ada apa?” aku tersentak. Mataku terbelalak, ketika melihat seorang hamba muslimah yang sudah berdidi di sampingku, entah mulai kapan dia ada di sini. Berwajah anggun, mulus, dengan jilbab putih yang menambah kecantikanya. Aku terpaku, seakan akan tak sadarkan diri.

    “Ini file-mu”dia memberkan file tebal kepadaku. Aku tidak tau itu file siapa. Aku masih kaku.”Terima kasih ya.” Dia pergi. Aku masih belum sadarkan diri. Aku genggam erat erat file pemberianya. Dia semakin jauh, semakintak terlihat dan hilang ditelan jarak. Aku mulai tersadar dan aku mengucek matamu yang terasa panas.

    “Terima kasih kembali.” Kata kataku meluncur begitu saja seperti orang yang sedang mabuk.”Astaghfirullah, subhanallah, sungguh keagungan Allah terpancar di wajahnya. Andai dia milikku” kata kataku mulai gelantur.

    “Cewek lagi-cewek lagi. Jangan berfikir yang aneh aneh. Ingat, cinta itu bodoh. Semua itu hanya cobaan. Tak semua yang bersampul baik berisi baik.” Hatiku mencoba mengingatkanku.

    “Astaghfirullahaladzim…”

    perpisahan sudah lewat tiga bulan yang lalu. Aku melanjutkan kuliah di Jerman mengambil jurusan sastra. Miftah masih bertahan di sana, di sebuah pesantren di kota jombang. Dia juga kuliah tapi aku tidak tau dia kuliah dimana dan mengambil jurusan apa. Perasaan rindu teman teman mulai sering muncul. Aku mencoba membuka kembali file-ku yang sudah lama tidak ku buka dan hilang saat aku tiba di unifersitas di Jerman. Aku buka lembar demi lembar. Aku tersenyum melihatnya. Tersenyum sendiri seperti orang gila di jalanan. Ada kertas asing yang belum pernah kulihat di file-ku. Berwarna biru muda dan berbingkai akar.

    MAWAR SUCI

    Keindahan Allah

    Terlihat di wajahmu

    Kesucian Allah

    Tercium lewat baumu

    Merah, darah, nyawa

    Kaulah mawar suci

    “Mawar Hanifah”

    yang tumbuh di tanah suci

    tanah lamongan, bulan suci

    Ramadhan

    Aku adalah mawar suci

    Yang bernyawa, darah, merah

    Dan takkan menjadi hitam

    Untuk selamanya

    Amiiin

    Aku tak sadarkan diri dan masih memegang file, melotot, mangap, ingin aku menguap tapi tidak bisa. Mulutku kaku, oleh mawar suci.”Mawar Hanifah”……omonganku mulai ngelantur.”Yang ngasih file…….?”

    This post was submitted by hanif.

Leave a Comment